Berani Memilih dan Menjalani
Hidup itu lucu ya, nggak pernah bosan menawarkan pilihan dan terkadang pilihan yang disediakan tak melulu antara hitam atau putih alias di luar dugaan. Tetapi tetap saja waktu menuntut kita untuk segera memilih, karena jika tidak, waktu akan menelan dengan sigap, tertinggal lalu terlupakan. Sungguh mengerikan, bukan?
Memillih adalah aktivitas yang selalu dilakukan seseorang
ketika hendak melakukan sesuatu. Dimulai sejak bangun tidur hingga tidur lagi. Apapun
pilihan yang diambil nantinya, tentu akan menjadi alur hidup kedepannya. Berbicara
tentang ‘memilih’, saya jadi teringat dengan sebuah qoute tak bertuan, begini tulisannya:
“Tidak memilih adalah
sebuah pilihan”
(Sebelum lanjut membaca
silahkan ulangi kalimat di atas dan setelah itu berikan pendapatmu)
Apakah kamu setuju
dengan kalimat di atas?
Atau kamu termasuk
orang yang pernah melakukannya, karena pilihan yang tersedia tak ada yang
memihakmu, pernahkah?
Awalnya, saya setuju dengan kalimat di atas. Namun dewasa
ini banyak memberi saya pembelajaran bahwa hidup itu harus berani memilih dan
menjalani. Menjalani pilihan yang sudah diambil bukanlah sekadar proses semata.
Setelah memilih, saya, sebagai tuan atas diri saya sendiri dituntut agar
mempersiapkan mental yang cukup untuk segala macam resiko yang nantinya akan hadir
dan semua orang pun mengamini bahwa di balik sebuah pilihan terdapat
konsekuensinya masing-masing. Oleh karena itu, tidak memilih bukanlah sebuah
pilihan melainkan melarikan diri dari kenyataan.
Kenapa harus lari?
Ragu dengan diri
sendiri?
Pertanyaan yang terus muncul ketika saya masih enggan
memutuskan sebuah pilihan. Ya, bagaimana tidak, di umur saya yang baru
dinobatkan kepala dua ini, pilihan demi pilihan datang menghampiri. Bukan lagi
soal mau makan bakso atau mie ayam apalagi es teh atau teh hangat, heran juga
sih sama diri sendiri pernah dibuat bingung karena persoalan ‘mau makan apa?’.
“Pilihan ada di tanganmu!”
Bagaimana pendapatmu
tentang seruan di atas?
Setuju?
Tidak setuju?
Untukmu yang memilih ‘Setuju’, saya ucapkan terima kasih sudah
memberanikan diri untuk memutuskan suatu hal yang tak mudah atau bahkan telah
menjadi tuan atas dirimu sendiri dan untukmu yang ‘Tidak Setuju’, tak apa,
semua butuh proses, lebih-lebih untuk menjadi tuan atas diri sendiri. Dan ada
satu hal yang perlu kamu ketahui,
Kamu tidak sendiri!
Keadaan yang kamu jalani saat ini mungkin tak semulus alur
hidup orang lain, yang bisa memilih sesuka hati, sesuai keinginan, dan akhirnya
kamu merasa bahwa semesta tidak adil terhadapmu. Saya rasa semua orang pernah
merasakan apa yang kamu rasakan, termasuk saya sendiri. Karena sejatinya setiap
orang tidak akan luput dari masalahnya masing-masing, pilih yang terbaik, jalani, lalu selesaikan dengan bijak. Hingga kamu sampai di keadaan bahwa asumsimu tentang semesta itu tidak adil adalah hal yang salah. Semesta hanya sejenak mengujimu bukan selamanya.
Jadi, jika saat ini kamu merasa bahwa alur hidup yang sedang
kamu jalani adalah pilihan orang tua, atau orang lain, tak apa. Faktor lingkungan
memang cukup berpengaruh, tidak menafikkan fakta bahwa karakter seseorang dibentuk
dari lingkungan sekitarnya.
Lalu apa yang saya
lakukan saat itu?
Saya menyebutnya simpel yang tak simpel, ;D, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, yaitu:
Berani memilih dan menjalani
Mudah?, relatif.
Bisa
dijalani?, inilah proses.
Mengindahkan pilihan orang lain, juga merupakan pilihan yang
kamu ambil. Karena meski keadaan tidak sepenuhnya seperti itu, sadar atau tidak
sadar kamu telah mengizinkan diri untuk siap menghadapi konsekuensi yang akan
terjadi.
Lalu apa solusinya?
Hanya satu, berani menjadi tuan atas diri sendiri. Semangat!
Jurnal ini akan terus menjadi reminder untuk saya sendiri
yang saat ini terus berusaha menjadi tuan atas alur hidup yang saya jalani. Semoga
kita semua tak lelah untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lagi dan lagi.
Sampai jumpa di jurnal selanjutnya, see you,,
Choice is better than no choice.
BalasHapusTulisanmu rapi sekali, ada yang tebalkan, ada yang dimiringkan, komposisinya pas. Pertahankan ya :)