Hari Penuh Kelimpahan di Nepal Van Java Dusun Butuh

Di sore hari pukul 15:00 WIB, saya telah berpakaian rapi walau sekadar untuk berkeliling kota mengejar senja di langit Jogja. Namun berkeliling kota ternyata tidak cukup memakan waktu untuk bisa segera menikmati semburat jingga-Nya, sehingga saya dan teman saya, Nasywa, bertekad untuk menuju ke tempat yang sudah lama ingin kami kunjungi, yaitu Kebun Strawberry di Jalan Magelang. 

Sesampainya di tujuan, kami dikecewakan oleh keadaan yang kurang berpihak, Kebun Strawberrynya sedang tutup. Selanjutnya apa yang kami lakukan?, Kembali ke Jogja?, Berkunjung ke tempat lain?, atau berdiam diri karena geram?, mengingat tujuan awal adalah jalan-jalan maka kami sepakat untuk mengunjungi tempat lain. Tempat yang akan kami tuju ialah Nepal Van Java Dusun Butuh, Jawa Tengah. Jika di lihat menggunakan Google Maps perjalanan menuju lokasi akan memakan waktu kurang lebihnya satu jam lima belas menit, cukup memakan waktu. Namun, karena  waktu masih menunjukkan pukul  15:30 WIB, dengan yakin saya melaju dan berasumsi bahwa sesampainya di sana akan menjadi momen yang tepat dan berkesan.

Sebuah perjalanan yang cukup memakan waktu memang bisa saja terjadi selama ada kemauan,  kendaraan, dan yang pastinya uang untuk membeli segala keperluan. Betul gak?, betul dong. Kembali ke pembahasan awal, perjalanan menuju lokasi banyak memberi saya pembelajaran, mulai dari persiapan sebelum menuju lokasi, lebih berhati-hati saat berkendara, hingga melatih kesabaran karena macetnya di persimpangan Kota Magelang.

Setelah melewati hiruk pikuknya perkotaan, tibalah di sebuah kampung yang memiliki tatanan rumah yang sedikit berbeda dari perkampungan pada umumnya. Lokasinya tepat 4 kilometer sebelum sampai ke tempat tujuan, sampai-sampai nama kampungnya pun tak sempat saya dapatkan karena tertegun. Tak ada yang aneh, melainkan permai dan damai yang saya rasakan, dan Nasywa pun mengindahkan suasana itu. Sungguh unik, menarik, dan yang pasti saya pribadi bersyukur bisa bersua dengan pemandangan yang belum saya temui sebelumnya.

Saya terus melaju meski jalanan semakin menantang, dan Nasywa mengatakan bahwa signal internet tak lagi bisa dijangkau, karena tidak bisa mengandalkan maps, hal yang bisa kami lakukan hanyalah bertanya kepada masyarakat sekitar dan mengikuti rute yang tersedia di setiap persimpangan. Tak ada kesulitan untuk sampai ke lokasi karena Nepal Van Java adalah tempat wisata yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun manca negara, serta didukung lokasinya yang terletak di perut Gunung Sumbing. Salah satu gunung di Jawa Tengah yang cukup menarik hati para pendaki, hujau dan indah.

Nepal Van Java, We are coming!!!

Serasa berada di dunia lain, hijau karena daun, merah karena buah, jingga karena langit, perfect! Seperti praduga saya sebelumnya. Alhamdulillah..     



Potret kami, :D

Lelah saya melebur bersama indahnya potret alam yang saya ambil langsung melalui kedua bola mata saya sendiri. Pemandangan ini begitu indah bagi saya yang lahir di tanah pesisir dan Nasywa pun berkata,

“Ternyata benar ya, tak ada lelah yang sia-sia” ujarnya.

“Ya, betul, dan ternyata alam selalu bersedia untuk dikunjungi”, ujar saya melengkapi.

Kami berdua terus menikmati pemandangan hingga langit jingga berganti hitam, awalnya kami hanya ingin sekadar bekunjung namun lagi-lagi keadaan memaksa kami untuk memilih jalan lain. Teringat perjalanan menuju lokasi tak mudah dan cukup memakan waktu, kami memutuskan untuk menginap semalam di sana, untuk mendapatkan tempat inap bukanlah hal sulit, bahkan kami di antar menuju sebuah Home Stay oleh salah satu warga. Sesampainya di sana kami di sambut begitu ramah layaknya keluarga yang sedang mudik. Mengapa tidak?, yang kami dapatkan bukan sekadar penyambutan semata, melainkan kami juga andil melingkar untuk saling berbincang layaknya keluarga yang sedang menuang rindu karena dipisahkan oleh jarak.

Mereka tak terlupakan.

Pagi pun tiba, lagi-lagi saya pribadi dibuat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk menikmati matahari terbit di tempat permai ini dan tentunya pengalaman ini menjadi salah satu hari penuh kelimpahan yang tak akan saya lupakan. Terima kasih..

Sampai jumpa di jurnal selanjtnya, see you..

 

 

Komentar

Posting Komentar