Harta Paling Berharga

Hai sababat jurnalku, mari kita kembali berbincang ringan dan menyenangkan!

Hari ini saya ingin mengajak para pembaca setia jurnal Mudrikah’s Blog untuk mengenal lebih dalam dengan sesuatu yang paling berharga, setiap manusia memilikinya tanpa terkecuali, apa itu?, jawabannya adalah pikiran. Setiap individu manusia dianugerahkan pikiran, pikiran yang bisa dibentuk dengan tipe apapun sesuai dengan perintah tuan yang memilikinya. Pikiran adalah harta paling berharga, namun sayangnya tak semua orang menyadarinya bahkan menjadi budak atas pikirannya sendiri. Selanjutnya saya ingin menanyakan sesuatu,

Pernahkan kamu menduga suatu keadaan, lalu apa yang kamu pikirkan menjadi kenyataan?

Kita sepakati saja bahwa kamu pernah mengalaminya, lalu, mengapa terjadi demikian?

Seringkali peristiwa seperti ini kerap disebut sebagai peristiwa langka dan ajaib, karena alur hidup berjalan sesuai dengan apa yang kita pikiran.

Apakah kamu juga berpikir hal yang sama?

Karena itulah mengapa saya menyebut pikiran adalah sesuatu yang paling berharga yang dimiliki seorang manusia, karena manusia adalah seorang tuan atas pikirannya sendiri. Namun ironisnya bila seseorang tidak bisa mengontrol pikirannya maka pikiran akan mengambil alih peran tuannya, alias memperbudak. Sungguh mengerikan, bukan?

Pikiran akan menerima segala macam informasi baik itu hal yang positif maupun hal yang negatif, tak ada penolakan antar keduanya. Namun sebagai tuan, manusia dapat memilahnya mana yang perlu dan mana yang tidak di samping itu ada catatan penting nih yang perlu kamu ketahui dan perhatikan. Apa itu? Jawabannya lingkungan, faktor lingkungan menjadi faktor utama yang mempengaruhi kualitas pikiran manusia. Jadi, berhati-hatilah memilih lingkungan ya,,

Selanjutnya saya ingin mengajak pembaca untuk terfokus pada hal-hal yang positif, bertumbuh, dan membuat diri semakin berkualitas. Bagaimana caranya?, mudah kok, hanya perlu menjadi tuan atas pikiran sendiri dengan mengambil sisi positif dari setiap peristiwa yang hadir baik itu kejadian yang buruk sekalipun. Karena pada dasarnya pikiran manusia akan cenderung berpikir ke arah negatif dibanding positif, oleh karena itu dengan demikian tindakan mencari sisi positif dari setiap kejadian akan mebentuk  pikiran menjadi anak baik dan patuh, berfungsi sesuai dengan perintah tuannya.

Lalu, hal yang terbesit saat saya mendapat ilmu ini untuk pertama kalinya ialah,

“Waah,, berarti saya bisa membayangkan sesuatu yang membanggakan supaya hal tersebut bisa jadi kenyataan”, bisakah seperti itu?

Silahkan jawab sesuka hati,

Sekarang, saya ingin bertanya lagi,

(ini jurnal atau interview sih, nanya mulu), gumam pembaca.

Hehe, sorry ya,,

Hal yang ingin saya tanyakan berikutnya,

Pernahkan kamu menginginkan sesuatu, sangat ingin, bahkan setiap malam kamu membayangkan hal tersebut, dan setiap hari berpikir dan mengatur strategi untuk benar membuatnya menjadi kenyataan?

Dan ajaibnya, hal tersebut benar terjadi dan berjalan sesuai dengan ekspektasimu.

Jika pernah, saya ucapkan selamat karena kamu sudah menjadi tuan atas dirimu sendiri. Pikiran yang terus diajak untuk membayangkan sesuatu yang kita impikan akan memunculkan ide-ide untuk bisa mendapatkannya, dan ide itulah yang akan diimplementasikan dalam bentuk ‘usaha’, dan akhirnya impian kita menjadi kenyataan. Jadi tetap saja tidak ada yang instan untuk sebuah pencapaian ya, semua butuh pengorbanan dan proses, namun setidaknya kita telah menjadi tuan terlebih dahulu agar pemikiran yang muncul tidak mempengaruhi apa-apa yang sudah diyakini.

Penjelasan di atas, hanyalah salah satu dari banyak contoh bagaimana seseorang menjadi tuan atas pikirannya sendiri. Masih banyak contoh lainnya yang belum saya bagi, jadi terus kepoin Mudrikah’s Blog ya,,

Sampai jumpa di jurnal selanjutnya. See you,,

  

Komentar