5 Praktik Mencintai Diri Sendiri dengan Buta

Akhir-akhir ini, kita kerap dihadapkan dengan persoalan ‘harga diri’, persoalan yang tak pernah habis diperbincangkan karena pengaruhnya yang cukup signifikan bagi keberlangsungan hidup seseorang. Berbincang mengenai harga diri bukanlah hal yang berat untuk diketahui karena pada dasarnya, harga diri hanyalah perihal penilaian indivudu terhadap dirinya sendiri. Jika dilihat dari segi maknanya, menghargai diri sendiri bukanlah hal yang rumit untuk dilakukan, bahkan sejak belia pun hal tersebut kerap kita lakukan dengan menganggap diri orang paling cantik ketika di depan cermin atau paling gagah ketika tak lagi mengompol saat tidur. Mudah bukan?

Namun hal yang mudah tersebut menjelma menjadi aktivitas rumit saat diri beranjak dewasa, lebih-lebih ketika kita dihadapkan dengan peristiwa yang menghancurkan hidup kita secara brutal, baik itu karena ulah diri sendiri maupun sikap orang lain terhadap kita, sehingga timbul penilaian bahwa kita tidak lagi memiliki harga diri sebagai manusia. Tak jarang khalayak mengatakan bahwa kehilangan harga diri adalah titik terendah seseorang. Mengapa begitu? Jawabannya, karena tak sedikit seseorang yang mengalami fase tersebut tak lagi aktif menjalani hidup sebagai mana biasanya, mereka cenderung murung, putus asa, trauma, bahkan depresi karena merasa menjadi orang terhina di dunia dan beranggapan apapun usaha yang akan dilakukan tidak akan mengembalikan harga diri yang telah hilang dalam dirinya.

Lalu, apakah mereka akan terus seperti itu? Mungkin sebagian orang akan menyangkal pertanyaan ini karena segala bentuk masalah hadir beserta jalan keluarnya. Namun sayangnya tak semua orang berpikir demikian, tak jarang yang memilih diam sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi, karena bagi mereka diam memang tidak menyelesaikan masalah tapi setidaknya dengan diam mereka tidak menimbulkan masalah, apakah benar seperti itu?, apakah dengan berdiam diri benar-benar tidak menimbulkan masalah? Jangan-jangan mereka memang tidak ingin keluar dari keadaan tersebut, tidak melakukan apapun, dan membiarkan dirinya terus merasa hina sepanjang hidupnya. Apakah benar seperti itu yang mereka inginkan? Jawabannya, cukup direnungkan dalam hati masing-masing ya..  

So, mari jadikan diri kita bagian dari orang yang meyakini bahwa sekrusial apapun masalah pasti ada solusinya, termasuk kembali memulihkan harga diri yang pernah kita anggap hilang. Menurut Yoon Hong Gyun seorang dokter sekaligus Trainer Harga Diri menjelaskan bahwa harga diri itu dapat dipulihkan karena baginya hidup adalah proses jatuh bangunnya harga diri. Pemulihan harga diri dapat dicapai oleh setiap individu, hanya saja rentang waktunya yang berbeda-beda. Adapun 5 praktik mencintai diri sendiri dengan buta, berikut pejelasan detailnya:

5 Praktik Mencintai Diri Sendiri dengan Buta

1.        Menerima seutuhnya diri sendiri

Banyak hal yang menyenangkan jika membahas perihal ‘menerima’ seperti halnya menerima kabar gembira, menerima hadiah, menerima kasih sayang, hingga menerima sebuah penghargaan. Tentunya keadaan tersebut mengundang senyum dan haru bagi setiap individu yang pernah merasakan momen tersebut. Hal ini tak berbeda dengan praktik menerima seutuhnya diri sendiri karena praktik tersebut mengajak untuk mampu menerima segala hal yang telah terjadi baik itu kenangan yang buruk sekalipun. Menjadi praktik yang menyenangkan karena dengan menerima diri sendiri secara utuh kita akan menyadari bahwa hal pertama yang perlu dilakukan untuk kembali menghargai diri sendiri ialah membebaskan diri dari keterbelengguan kesalahan di masa lalu. Betapa menyenangkan jika kita mampu memaafkan dan mengikhlaskan kenangan yang tak manis dan menerima hikmah dari segala peristiwa yang sudah terjadi.

2.        Berhenti bersikap kalah

Bersikap kalah dapat digambarkan ketika kita tidak ingin beranjak dari masalah yang dihadapi. Disebut kalah karena hanya bisa menerima tanpa ada usaha menyelesaikannya atau bahkan lari dari masalah.

Praktik kedua ini mengajak kita untuk berhenti meragukan diri sendiri, alias berhenti menjadi pengecut. Namun jika anda mengira bahwa orang pengecut tidak tegas atau kebingungan saat harus mengambil keputusan, anda salah. Mereka teguh, teguh pada keyakinan bahwa mereka tidak akan bisa. Nah, praktik ini memberi tantangan kepada kita untuk mehancurkan keyakinan tersebut dengan bersikap siap dan dipenuhi rasa percaya diri.

3.        Berani memilih dan memutuskan sendiri

Berani memilih dan memutuskan adalah bentuk penghormatan terhadap diri sendiri karena orang yang tidak bisa menghormati dirinya sendiri akan mencari orang lain saat harus memilih dan mengambil keputusan. Tidak masalah jika keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang kurang tepat tapi setidaknya dengan praktik ini kita telah melawan ketakutan, kecemasan, dan keraguan yang ada dalam diri kita.

4.        Fokus dengan keinginan

Jika keinginan kita saat ini adalah memulihkan harga diri maka berfokuslah pada indikator-indikator yang dapat mengantarkan pada tahap pemulihan. Lakukan apapun yang membuat kita merasa senang dan dihargai. Contoh sederhananya berani melakukan apa yang ingin dilakukan lalu memberikan reward untuk diri sendiri setelah melakukannya atau meciptakan rutinitas baru yang membuat kita semakin produktif.

5.        100% mencintai diri sendiri

Kita tahu tidak ada cinta sebuta cinta orang tua terhadap anaknya, tidak mengharap balasan apapun dan mencintai kita apa adanya. Tanpa menafikan diri cinta seperti itulah yang ingin kita dapatkan dan selalu jadi harapan. Praktik ini mengajak kita untuk mencintai diri sendiri seperti cinta orang tua terhadap anaknya. Mencintai diri sendiri apa adanya tanpa alasan atau syarat apapun.

Kenapa ini penting? Karena fenomena yang kerap terjadi semakin dewasa seseorang akan semakin memberi syarat terhadap dirinya sendiri seperti perkataan “Saya akan melakukan itu ketika saya telah mampu melakukan ini”. Perkataan tersebut sudah menempatkan diri seolah-olah tak layak mendapatkan apa yang kita inginkan sebelum syarat yang kita buat sendiri terpenuhi. Padahal cinta tidak datang karena adanya kondisi tertentu, bahkan tidak memperdulikan kita gagal atau berhasil.

Oleh karena itu, hal yang harus kita lakukan selanjutnya yaitu memberikan diri sendiri cinta yang kita harapkan, tanpa alasan dan syarat apapun. Kita bisa berniat mencintai diri sendiri mulai hari ini, mecintai segala sifat, perilaku, dan kebiasaan yang kita miliki, karena dengan begitulah kita dapat 100% mencintai diri sendiri.

5 praktik mencintai diri sendiri ini akan membantu memulihkan harga diri yang sebenarnya tidak pernah hilang, harga diri akan terus melekat dalam diri seseorang hanya saja pikiran negatif kita mempengaruhi dan mengambil kendali sehingga kita merasa tidak bisa lagi berkontribusi dan menjalani hidup sebagai mana manusia normal pada umumnya.

Mempelajari lebih dalam mengenai penerimaan diri atau pemulihan harga diri, silahkan kunjungi akun Instagram @meditasipsikologis.


Komentar