7 Rahasia Menghadapi Tipe-tipe Audiens
Saat akan
hendak melakukan sebuah aktivitas ada baiknya kita mempersiapkan segala
sesuatunya, untuk menjadikan apapun yang sedang kita lakukan nantinya bisa berjalan
optimal dan membuahkan hasil yang maksimal. Semua itu akan terbungkus dalam
rencana, merencanakan sebelum melakukan akan menjadikan individu manusia lebih
siap untuk menghadapi hal-hal yang akan terjadi karena kemungkinan-kemungkinan
yang muncul, lebih-lebih keadaan yang di luar dugaan, tak akan kebalakan karena
telah dipersiapkan segala macam solusinya, dan tentu hal tersebut ditemukan
saat kita sedang merancang suatu perencanaan yang matang.
Begitupun ketika
kita hendak ingin berbagi sesuatu di depan banyak orang, sebagai seseorang yang
berbicara tentu sangat diperlukan untuk memperhatikan apa-apa yang akan
dilontarkan, atau jika dikenal sebagai pembicara, kita perlu terlebih dahulu
melakukan latihan untuk bisa memberikan performance yang terbaik. Banyak hal
yang perlu disiapkan sebagai seorang pembicara, mulai dari penampilan fisik,
pembukaan yang menarik, pembahasan yang asik, serta penutup yang unik. Menjadi pembicara
yang mampu menyenangkan hati para audiensnya tentu telah menjadi impian setiap public speaker. Di luar persiapan diri
ada hal yang perlu diperhatikan bahkan hal ini akan menjadi penentu berhasil
atau tidaknya seorang pembicara penaklukkan panggungnya, yaitu mengenali tipe-tipe
audiens, karena performance terbaik ialah performance yang sesuai, penampilan
secara fisiknya sesuai, materi yang diberikan sesuai, serta menyikapi audiensnya
pun juga sesuai. Jika segala aspek telah sesuai maka pesan yang akan diberikan
dapat sesampaikan dengan maksimal.
Sebelum mengenal
dan mengetahui cara menyikapi tipe-tipe audiens, pastikan dirimu sudah mampu
melebur rasa takut saat hendak berbicara di depan publik, karena rasa takut
akan berpengaruh signifikan terhadap performance, penampilan bisa saja kacau
meski telah banyak berlatih sebelumnya. Saya rasa mayoritas public speaker telah menemukan caranya
masing-masing untuk melebur rasa takutnya, itu artinya mereka pernah merasa
takut saat menghadapi audiens. Jadi, tak perlu khawatir, ada banyak cara
mengatasinya, salah satunya menambah jam terbang, semakin banyak jam terbang maka
akan semakin mengerti cara mengatasi rasa takutnya, karena jam terbang tidak
pernah bohong dalam menjadikan penampilan semakin baik dan menjadi solusi terbaik
dalam perihal ini, dalam artian rasa takut akan melebur karena sudah terbiasa
menghadapi banyak orang. Selain rasa takut, tak jarang seseorang juga berkeringat
dingin, gugup, gemetar, sesak napas, pucat, bingung, bahkan kebelet kencing
ketika hendak tampil di depan publik. Kejadian seperti itu sudah menjadi hal
yang wajar terjadi, namun bukan berarti hal tersebut tak apa bila terus terjadi
melainkan keadaan seperti itu sangatlah berdampak pada kredibilitas sebagai
seorang pembicara.
Setelah mampu mengatasi rasa takut, langkah selanjutnya ialah mengenal tipe-tipe audiens. Mengapa ini penting?, karena dengan mengetahuinya seorang public speaker akan lebih mudah melakukan interaksi dengan audiensnya, forum akan lebih hidup dan interaktif. Menurut Ongky Hojanto dalam bukunya Public Speaking Mastery ada 7 tipe audiens yang wajib diketahui oleh public speaker. Lengkapnya, mari kita bahas satu per satu,
1. The Sheep – Si Anak Manis
Si anak manis dan pendengar yang
baik, jika ruangan dipenuhi dengan tipe Sheep maka suasana akan terasa penuh
hormat karena tipe Sheep akan menjadikan pembicara layaknya orang penting yang
dinanti-nanti perkataannya dan cenderung sibuk mencatat materi dari pada
melakukan interaksi, mereka akan melakukan interaksi hanya untuk
mengklarifikasi apa-apa yang tidak sesuai dengan pemahamannya dan tipe Sheep
ini juga tidak suka menunjukkan kemandirian dan kreativitas yang dimiliki. Oleh
karena itu, cara tepat untuk mengahadapinya ialah memberikan penjelasan materi
sejelas mungkin dan arahan yang detail karena jika tidak, Sheep akan menjauhi
atau hilang kepercayaannya terhadap kita selaku pembicara karena mereka merasa
bahwa pembicara tidak kompeten dengan topik yang dibahas.
2. The Hotshot – Si Pembelajar
Si Pembelajar yang aktif dan
semangat, tipe Hotshot ini sangat pertisipatif dan menyukai tantangan saat
berada dalam farum namun meski begitu tipe ini akan tetap terfokus dengan tujuannya
menjadi peserta. Sebagai pembicara, kita akan terbantu oleh adanya mereka, karena
ide-ide yang mereka tuang akan membuat diskusi mengalir begitu saja. Namun
hati-hati, tipe ini sangat mudah mengetahui dan menilai kemampuan pembicara.
Oleh karena itu, cara tepat untuk menghadapi tipe ini ialah dengan memastikan
diri telah betul-betul mengusai materi yang akan dibahas, hindari kata ‘tidak
tahu’ saat mendapat pertanyaan sulit dari mereka, cukup puji mereka bahwa
pertanyaan yang mereka berikan sangat bagus lalu sampaikan bahwa kita selaku
pembicara akan mencari jawabannya terlebih dahulu karena dirasa belum ada
jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan mereka.
3. The Clown – Si Penghibur
Si Penghibur, rasanya ada saja ide
ini untuk mencairkan suasana bila di ruangan terdapat tipe yang satu ini, suka
berinteraksi dengan yang lain, senang memberikan komentar dan mengajukan
pertanyaan dengan tujuan menghibur dan menjadikan ruangan lebih hidup karena
leluconnya. Meski kehadirannya dapat mencairkan forum tak jarang tipe ini
memberi humor dan bahasan yang keluar dari topik. Oleh karena itu, cara tepat
mengahadapinya ialah memberikan respon positif terhadap lolucon yang mereka
berikan karena mereka mudah frustasi bila tidak diindahkan dan jika perlu,
tertawalah sehingga membuat peserta lain juga menikmatinya namun segera bawa
forum untuk kembali fokus pada topik pembahasan dan meminta mereka bersikap lebih
serius dengan mengutarakan tujuan seminar.
4. The Sniper – Si Pengkritik
Si Pengkritik, dari julukannya
saja tipe ini akan mencari-cari kesalahan
yang dibuat oleh pembicara baik perilaku maupun dari segi topik pembahasan,
tujuannya agar menemukan cela yang pas untuk bisa memberikan kritik. Mereka melakukan
hal demikian sekadar untuk menunjukkan keahliannya pada yang lain. Jika ruangan
dipenuhi dengan tipe ini maka suasana akan penuh persaingan dan agresif, karena
sebagian besar berambisi untuk menjadi pemenang. Oleh karena itu, cara tepat
untuk mengatasinya ialah persiapkan secara maksimal apa-apa yang akan
dituangkan dalam forum dengan rasa percaya diri yang tinggi dan jika perlu,
tunjukkan keahlian diri saat berhadapan dengan tipe arogan ini.
5. The Snowman – Si Cool
Tipe yang satu ini cenderung
pendiam karena rasa takut mendominasi dirinya, di sisi lain tipe ini memiliki
keinginan untuk bisa dekat dengan pembicara namun lagi-lagi rasa takut
membuatnya tidak percaya diri dan merasa tidak berharga. Meski begitu, tipe ini
sangat mengetahui gerak-gerik pembicara, alias pengawas sejati. Jika ruangan
dipenuhi tipe ini suasana akan senyap karena sebagian besar memilih diam. Oleh karena
itu, cara tepat untuk menghadapinya ialah memberikan mereka senyuman,
menghampiri mereka, dan melakukan kontak mata, hal itu akan ampuh membuat
mereka lebih luwes dan merasa dihargai, menjadi kesalahan besar bila pembicara
mengabaikan tipe ini karena tipe Snowman adalah tipe yang cenderung membutuhkan
perhatian.
6. The Black Cloud – Si Negative Thinking
Jika dilihat dari julukannya tipe
ini akan cenderung membosankan, menuangkan energi negatif, tidak semangat, dan
tak mengindahkan pembahasan apabila topiknya tidak menarik, lebih-lebih ketika
pembahasannya membicarakan hal-hal yang mereka ketahui, mereka tidak akan segan
untuk segera menunjukkan sikap bosannya kepada forum. Oleh karena itu, cara
tepat untuk menghadapinya ialah memicu antusias mereka dengan mengutarakan
bahwa forum akan membahas topik yang menarik dan memberikan beberapa games guna mempertahankan antusias
mereka terhadap topik.
7. The Unwanted Panelist – Si Ahli yang Tersasar
Kehadiran tipe ini kurang mendapat
perhatian oleh forum karena tipe ini hadir tanpa diundang. Pantas saja, jika
tipe ini terlihat menjengkelkan bagi peserta yang lain tak hanya itu tipe ini
juga memiliki rasa ambisius yang tinggi dan bersifat mengganggu. Mereka memiliki
ciri berlomba-lomba menceritakan pengalaman pribadi dan tentunya hal tersebut
sangat mengganggu keberlangsungan forum. Oleh karena itu, cara tepat untuk
menghadapinya ialah mengurangi gangguan yang ada dan hanya pembicara yang bisa
melakukannya. Awali forum dengan mengutarakan kalimat, “Mari kita buka forum
ini dengan pikiran layaknya gelas kosong, sejenak meninggalkan pengetahuan dan
pengalaman agar saya bisa memperluas wawasan anda dengan sudut pandang yang
baru dan membuat pikiran anda lebih terbuka dari sebelumnya”.
7 cara tepat
ini akan membantu public speaker
dalam memberikan sikap terhadap audiensnya, karena tiap-tiap tipe audiens memilki
caranya masing-masing dalam menghadapinya. Kenali lalu sikapi dengan sesuai
karena dengan begitu pesan yang akan disampaikan dapat tertuang dengan maksimal
dan penampilan akan berakhir membanggakan. Semoga bermanfaat! And see you on
the article,,
Untuk mengetahui lebih lanjut
mengenai public speaking silahkan
kunjungi alamat instagram @unlimitedpublicspeaking dan jika tertarik untuk mengikuti pelatihannya silahkan kunjungi website www.kuncoroleadership.org
Komentar
Posting Komentar